Website Desa Pemerintahan Kabupaten Pacitan di Hack, Pencurian Data Korban Covid-19 ? - ARPAC

Breaking

ARPAC

Website Resmi Paguyuban Anak Rantau Pacitan Se - Nusantara

Website Desa Pemerintahan Kabupaten Pacitan di Hack, Pencurian Data Korban Covid-19 ?


PACITAN - Website Desa Pemerintahan Kabupaten Pacitan yang menjadi pusat database desa seluruh kabupatan Pacitan dihack oleh pihak yang menamakan dirinya Anon Roz Team. 

Hal ini diketahui ketika  Susanto yang merupakan kepala desa Gedompol, Kecamatan Donorojo ketika  akan membuka dan memasukan data di website gedompol.kabpacitan.id pada senin (18/05/20)

Selain website Desa Gedompol, beberapa website desa lain di Pacitan juga ikut menjadi korban peretasan.
Namun demikian, beberapa website desa lain masih bisa diakses seperti biasannya,
Penggung.kabpacitan.id misalnnya. 

Dalam lamannya , website hanya menampilkan layar hitam dengan tulisan pesan bahwa website telah dikuasai dan dihack oleh yang menamai dirinya Anon Roz Team.

Tidak ada pesan khusus yang disampaikan oleh para hacker ini, hanya menampilkan tulisan  Server Hacked By Anon Roz Team serta menandai nama nama team  Hacker yang ada didalamnya.

[| Server Hacked By ANON ROZ TEAM |]

- Special Thanks To -
Black Coders Anonymous | Seven Ghost Team |
 JavaneseTeam | Midnight Attacker

Greetz to all #AnonRoz Member


Copyright © Powered By ANON ROZ TEAM

Anon Roz Team diketahui adalah hacker yang kerap meretas situs situs pemerintahan.

Selain situs milik pemerintahan Kabupaten Pacitan , beberapa waktu yang lalu hacker ini juga sempat meretas situs milik pemerintahan kabupaten Jepara. 

Dalam pengakuan disalah satu website yang mengaku dirinya Anon Roz team
Para hacker ini bertujuan untuk mengetes sebuah sistem keamanan dari sebuah website.

Tentang AnonRoz
Team ini dibentuk pada tahun 2018 sebagai team IT. Awalnya team ini dibentuk untuk mengumpulkan orang-orang yang hoby membuat program.Tujuan team ini dibentuk adalah untuk mengetes sebuah system dan membuat program Bug Bounty , Tools ,mengembangkan suatu system hingga membuatnya, dan menyediakan pelayanan yg lainnya. 


Belum diketahui pasti apa motif dari peretasan tersebut.

Banyak pihak yang menyayangkan hal ini serta mengkhawatirkan akan adanya pencurian data ditengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia. 

Sampai dengan hari Selasa (19/05/20) beberapa website pemerintahan yang berada ditangan hacker ini masih belum bisa diakses seperti biasanya.

ARPAC

No comments:

Post a comment