ARPAC di hongkong dapat Apresiasi dari warga Asli, begini ceritanya - ARPAC

Breaking

ARPAC

Website Resmi Paguyuban Anak Rantau Pacitan Se - Nusantara

ARPAC di hongkong dapat Apresiasi dari warga Asli, begini ceritanya

Anggota ARPAC Hongkong ketika KOPDAR di Tuen Mun Hongkong. 

HONGKONG - Minggu, 20/10/19 merupakan hari yang menyenangkan bagi anggota ARPAC Hongkong.  Selain bisa berlibur dari segala pekerjaan selama sepekan waktu tersebut merupakan jadwal pertemuan atau KOPDAR ARPAC DPW hongkong yang dilaksanakan di Tuen Mun. 

Tuen Mun atau Castle Peak adalah sebuah kota di dekat muara Sungai Tuen Mun dan Teluk Castle Peak di Wilayah Baru, Hong Kong. Tuen Mun adalah salah satu pemukiman tertua di Hong Kong sekarang dan ditinggali sejak zaman Neolitikum.

Dalam masa yang lebih baru, daerah ini adalah rumah bagi banyak nelayan Tanka yang berkumpul di Teluk Castle Peak (Wiki) 

Bagi anggota ARPAC Hongkong  atau Srikandi ARPAC,  kopdar adalah kegiatan yang ditunggu tunggu pelaksanaanya. 

Bertemu dengan teman sesama warga Indonesia, khususnya  dari Pacitan yang tinggal di negara orang merupakan kebahagiaan tersendiri bagi mereka. 

Selain ARPAC,  Tuen Mun merupakan  salah satu tempat pertemuan bagi kebanyakan komunitas lain di Hongkong. 

Beragam cerita menarik dijumpai oleh srikandi ARPAC ketika bertemu dengan komunitas atau Organisasi lain ketika kopdar.  

Salah satu cerita ketika ARPAC disapa oleh warga asli Hongkong ( Resident).
Awalnya hanya mempertanyakan dari mana komunitas ini berasal. 
Kemudian setelah mengenal secara umum orang itu menyatakan respon yang positif untuk ARPAC.  
Selain respon yang baik, orang tersebut   juga memuji atribut yang dipakai.
Menurutnya, atributnya bagus dan pakaian seperti itu di hongkong bukan sembarangan orang yang bisa memakainya, pasti ada seleksi khusus untuk bisa mendapatkan Pakaian ( Hem )  ARPAC. 

Satu hal yang bisa dijadikan pengingat bagi semua anggota adalah ketika warga Hongkong tersebut berpesan untuk menjaga nama baik Organisasi. 

Hal inipun dibenarkan oleh Febrianti,  Ketua ARPAC hongkong ini mengungkapkan jika selama ini banyak sekali yang memuji dan mau membeli hem ARPAC  Tetapi ditolak. 
menurut Febri,  harus menjadi anggota dulu baru bisa memakainya,  apalagi ARPAC Hongkong berkedudukan di negara orang.
ARPAC/ RTR

No comments:

Post a Comment