Fiona : Awalnya Takut, Akhirnya Jadi Ketagihan - ARPAC

Breaking

ARPAC

Website Resmi Paguyuban Anak Rantau Pacitan Se - Nusantara

Fiona : Awalnya Takut, Akhirnya Jadi Ketagihan

Fiona Sari | Anggota ARPAC Depok 
  Takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respons terhadap suatu stimulus tertentu, seperti rasa sakit atau ancaman bahaya.

Beberapa ahli psikologi juga telah menyebutkan bahwa takut adalah salah satu dari emosi dasar, selain kebahagiaan, kesedihan, dan kemarahan.
 Ketakutan harus dibedakan dari kondisi emosi lain, yaitu kegelisahan, yang umumnya terjadi tanpa adanya ancaman eksternal. Ketakutan juga terkait dengan suatu perilaku spesifik untuk melarikan diri dan menghindar, sedangkan kegelisahan adalah hasil dari persepsi ancaman yang tak dapat dikendalikan atau dihindarkan. Perlu dicatat bahwa ketakutan selalu terkait dengan peristiwa pada masa datang, seperti memburuknya suatu kondisi, atau terus terjadinya suatu keadaan yang tidak dapat diterima. (Sumber : Wikipedia)

Terlepas dari kondisi dan penjelasan diatas, beberpa waktu yang lalu salah satu anggota dari paguyuban Anak Rantau Pacitan ( ARPAC ) mengikuti kegiatan yang rutin dilaksanakan  oleh Organisasi ini.

Fiona Sari yang aktif sebagai anggota ARPAC di Wilayah Depok,  Jawa Barat  mengungkapkan ketakutannya sebelum mengikuti Kegiatan Donor Darah yang dilaksanakan pada Minggu, 03 November 2019.
Fiona mengatakan bahwa ini merupakan pertama kali akan mendonorkan darahnya.
Karena  belum pernah merasakan, maka bayangan rasa sakit ketika ditusuk jarum menyelimuti pikirannya.

Ketakutan Fiona terjawab setelah berhasil lolos dari tes Hb dan berat badan yang Memenuhi syarat bagi perempuan minimal 45 kg,   dilanjutkan masuk ke ruang donor.

Setelah selesai mendonorkan darahnya, Fiona merasakan hal yang berbeda.
Bayangan rasa sakit itu ternyata tidak ada dan bahkan akan ikut lagi jika kegiatan ini diadakan kembali.

"Awalnya saya takut sakit disuntik,  tetapi setelah merasakan jadi ketagihan lagi karena kegiatan ini bermanfaat sekali bagi saya sebagai pendonor dan bagi penerima donor tentunya".
Papar Fiona ketika ditemui diruang Kantin.

Selain Fiona,  Beberapa anggota lain yang baru pertama kali mendonorkan darahnya juga mengungkapkan perasaan yang sama, awalnya ada ketakutan tetapi setelah merasakan jadi pingin mengulangi kembali di lain waktu.

Arpac/GND

No comments:

Post a Comment