Berduka : ini Penyebab Meninggalnya Pembina ARPAC JKU - ARPAC

Breaking

ARPAC

Website Resmi Paguyuban Anak Rantau Pacitan Se - Nusantara

Berduka : ini Penyebab Meninggalnya Pembina ARPAC JKU

Alm.  Urip Setiawan | Pembina ARPAC DPW JKU | Foto. Fb
JAKARTA- Kabar duka datang dari Anak Rantau Pacitan ( ARPAC ) Dewan Pengurus Wilayah   Jakarta Utara.  
Pembina sekaligus sesepuh ARPAC DPW Jakarta Utara Urip Setiawan tutup usia pada Jum'at,  08/11/2019 dikampung kelahirannya Pacitan.
Meninggalnya Urip diduga karena penyakit Gula yang dideritanya semenjak mengalami keparahan pada dua tahun terakhir.

Setelah tidak kunjung sembuh ketika berobat dibeberapa Rumah sakit di Jakarta Utara,  Urip memutuskan untuk Berobat sekaligus kembali pulang kampung untuk melanjutkan berobat di Pacitan.

Lima bulan sebelum tutup usia semenjak  memutuskan untuk pindah ke Pacitan,  perubahan kesehatan yang dialami Urip belum mengalami perkembangan yang berarti.
Hingga pada jum'at malam 22.00 WIB Urip tutup usia pada 48 tahun.

Urip meninggalkan seorang putra yang kini masih duduk dibangku sekolah kelas tiga Sekolah Menengah Pertama.
Hak asuh akan putranya jatuh ke tangan Urip setelah perpisahan dengan isterinya.

Hingga  reportase dirilis,  Putranya belum bisa melanjutkan sekolahnya karena proses pemindahan ke sekolah baru di Pacitan belum di urus.
Kini putranya tinggal bersama nenek atau Ibu dari Almarhum Urip Setiawan.

Ketua umum Anak Rantau Pacitan,  Edy Gondho menyatakan rasa dukanya yang mendalam akan kepergian Urip setiawan.

"Saya pribadi sangat berduka, dan mewakili Anak Rantau Pacitan kami hanya bisa mendoakan semoga Alamarhum ditempatkan di surganya Allah SWT". Papar Edy ketika mengetahui kabar duka ini.

Rasa duka mendalam juga diungkapkan oleh Lina Kumala Sari.  Wakil bendahara Umum ARPAC yang bertempat tinggal di wilayah Jakarta Utara mengaku kaget dan sangat berduka atas meninggalnya sesepuh ARPAC Jakarta Utara tersebut.

" Tidak biasanya saya terbangun dan baca Whatsapp dimalam hari,  ketika buka WA ada yang mengabari pak Urip Meninggal.
Saya merasa banyak salah dengan beliau karena selama sakit disini belum bisa sering bertemu".
Ungkap Lina di Pesan Whatsapp pada Sabtu Dini hari.

Hal lain yang membuat Lina merasa ada yang mengganjal adalah Kartu Tanda Anggota ( KTA ) dari Urip yang terbaru belum sempat diserahkan dan setiap hari ikut terbawa bersama identitas Lina yang lain.  " KTA nya tiap hari saya bawa dan belum sempat menyerahkan". Tambah Lina.

Ketua Non Aktif ARPAC Jakarta Utara Antok Wijaya yang kebetulan juga sama sama saat ini berdomisili dikampung halaman  langsung mendatangi rumah duka bersama Dyo Saputra,   ketua Dewan Pembantu Pengurus Pusat ( Dp3) Pacitan ketika mengetahui kabar duka ini.

Sementara,  selang sehari setelah meninggalnya Pembina ARPAC JKU,  Mugiono selaku Humas ARPAC juga mendatangi rumah duka.
Selain ingin mengucapkan rasa dukanya kepada keluarga yang ditinggalkan,  Mugiono juga menyerahkan talikasih kepada keluarga sebagi bentuk duka dari ARPAC.

ARPAC/GND

3 comments:

  1. Inalillahi wa innailaihi,semongga Khusnul khatimah,di tempatkan disisi Allah taala Amiin

    ReplyDelete