Antisipasi Kedatangan Perantau, Pemda Pacitan Siapkan Hal Ini Untuk Cegah Corona - ARPAC

Breaking

ARPAC

Website Resmi Paguyuban Anak Rantau Pacitan Se - Nusantara

Antisipasi Kedatangan Perantau, Pemda Pacitan Siapkan Hal Ini Untuk Cegah Corona


JAKARTA-arpac100.com - Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia melonjak signifikan. Total pasien yang tersebar di sejumlah provinsi Indonesia itu menunjukkan kenaikan lebih dari 500 kali lipat dalam kurun waktu sekitar tiga minggu sejak dua pasien positif virus corona diumumkan pemerintah pada Senin 2 Maret lalu.
Sampai dengan Sabtu ( 28/03/2020 ) pasien positif  mencapai  1.155 orang, Pasien sembuh 59 orang dan meninggal 102 orang yang tersebar diseluruh Provinsi.

Juru bicara pemerintah penanganan Corona,  Achmad Yurianto mengatakan, melihat lonjakan angka yang masih berlanjut, itu artinya pada saat ini penularan dari orang ke orang masih  terus berlangsung, bahkan menyebar lebih luas ke wilayah se Indonesia.

Penyebaran Covid-19 juga berdampak pada kelangsungan hidup   pekerja harian asal Pacitan yang saat ini  berada di Ibukota  dan beberapa kota besar lain.  Akibatnya, mereka tidak bisa bekerja seperti biasa karena himbauan dari pemerintah untuk tidak keluar rumah.

Dengan keadaan ini,  sebagian dari mereka nekat untuk pulang kampung,  walau ada himbauan dari pemerintah untuk tetap tinggal ditempat.

Ibarat peribahasa " Makan buah simalaka", mereka dihadapkan pada dua pilihan yang sama sama menyulitkan.

Disatu sisi, ketika sudah tidak bisa bekerja, otomatis  tidak ada penghasilan dalam kesehariannya. Hal krusial ini juga yang  menentukan  urusan perut bersama keluarganya.

Disisi lain,    ketika pulang kampung, akan beresiko ikut mennyebarkan dan menularkan virus Corona kepada keluarga dikampung dan orang disekitarnya.

Walaupun pada awalnya mereka dalam keadaan sehat dan baik-baik saja, tetapi resiko tertular bisa didapatkan disepanjang perjalanan dari kontak dengan orang lain atau memegang benda benda yang mungkin saja sebelumnya terpegang oleh penderita Corona.

Mengantisipasi akan hal ini, Pemerintah Kabupaten Pacitan akan menyiapkan pos pos kesehatan guna memeriksa kesehatan bagi para pendatang yang memang harus terpaksa pulang kampung.
Pos pos pemeriksaan akan didirikan di jalan penghubung atau perbatasan wilayah.

Dalam Rapat kerja bersama pembahasan dan penanganan Covid-19, Bupati Pacitan meminta agar segera didirikan pos pemeriksaan setidaknya di empat titik perbatasan.

Empat Titik yang dimaksud tersebut berada di  :
(1). Desa Wareng  Kecamatan Punung   di bagian wilayah Barat.
(2). Desa Jeruk, Kecamatan Bandar dibagian wilayah Utara perbatasan dengan Purwantoro, Wonogiri.
(3). Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo dibagian Timur perbatasan dengan Ponorogo, dan
(4). Kecamatan Sudimoro perbatasan dengan Trenggalek.

Pos pos ini nanti akan diisi satuan petugas yang akan memeriksa dan mendata para pendatang yang melewati jalur ini.

Sebagai tambahan informasi sebelumnya, terdapat  Pasien Dalam Pemantauan (PDP) asal  Pacitan  yang meninggal Dunia disalah satu rumah sakit di Jakarta.

Belakangan diketahui bahwa pasien tersebut bernama Katno (47) asal Brungkah,  Desa Pagerejo,  Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan.
Oleh keluarga,  pasien kemudian dibawa dan dimakamkan di Kampung halaman,  Ngadirojo pada Jum'at (27/03/20).


ARPAC

No comments:

Post a comment