Anggota ARPAC Jadi Pengusaha Akibat Corona - ARPAC

Breaking

ARPAC

Website Resmi Paguyuban Anak Rantau Pacitan Se - Nusantara

Anggota ARPAC Jadi Pengusaha Akibat Corona


Dampak Virus Corona atau Covid-19 nampaknya berimbas pada semua sektor terutama ekonomi. Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini akan tertekan di level 2,1 persen.
 Hal ini disebabkan oleh terus meluasnya persebaran Covid-19 baik di dalam negeri maupun luar negeri. 

Bank Indonesia (BI) pun telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi RI menjadi di Bawah 5 Persen atau hanya sekitar 2,5 persen saja yang biasanya mampu tumbuh mencapai 5,02 persen. Hal ini diakibatkan oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi karena pandemi Covid-19. 
Keterlambatan ini ditandai dengan memburuknya kondisi lingkungan eksternal dan melemahnya permintaan dalam negeri seiring dengan menurunnya sentimen bisnis dan konsumen. Pandemi Covid-19 akan berimplikasi buruk bagi perekonomian dunia dan Indonesia pada tahun ini, karena terjadi bersamaan dengan menurunnya harga komoditas dan gejolak pasar keuangan.

Inflasi yang terjadi ditahun ini pun diproyeksi akan mengalami peningkatan ke level 3 persen, karena ketatnya pasokan pangan dan depresiasi mata uang yang diperkirakan dapat diimbangi sebagian oleh penurunan harga bahan bakar non-subsidi, serta subsidi tambahan untuk listrik dan pangan. Namun, pada tahun 2021 inflasi diyakini kembali ke level normal, yakni 2,8 persen. Sementara itu, berbeda halnya dengan inflasi, segi pendapatan ekspor pariwisata dan komoditas, diperkirakan terjadi penurunan yang menyebabkan defisit transaksi berjalan mencapai 2,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2020.

Hal inilah yang membuat banyaknya pemutusan hubungan kerja ( PHK ) secara sepihak oleh beberapa perusahaan di Indonesia terhadap karyawanya. Imbasnyapun  juga dirasakan oleh Anggota Anak Rantau Pacitan ( ARPAC ).
Banyak dari anggota ARPAC yang terkena PHK dan sulitnya menjalankan usaha yang selama ini menjadi mata pencahariannya.

Akan tetapi prinsip dari seorang perantau yang sudah lama meninggalkan tanah kelahiran dan hidup diperantauan,  keadaaan ini tidak lantas  menjadi pematah semangat untuk melanjutkan kehidupannya.
Bahkan beberapa dari mereka mampu menangkap peluang usaha ditengah sulitnya roda perekonomian Indonesia saat ini.
Dari sekian jenis usaha, makanan masih menjadi pilihan untuk dijadikan batu loncatan dalam menentukan niche usaha yang digeluti saat ini.

BEBEK JI-TWU

Bebek Ji-Twu merupakan usaha penyedian makanan jenis lauk pauk yang berbahan dasar Bebek. Dalam varian yang ditawarkan, Bebek Ji-Twu meneyediakan olahan yang sudah matang maupun yang masih mentah.   Bebek Ji-Twu menawarkan olahan yang sudah matang berupa Bebek Goreng, Bebek Rica-Rica, Bebek Ungkep siap goreng, dan beberapa olahan lain. Sedangkan bahan yang masih mentah, Bebek Ji-twu menawarkan bebek yang sudah bersih dan siap untuk dimasak apa saja.
Saat ini Bebek Ji-Twu melayani pemesanan siap antar, artinya bagi pemesan yang berada disekitar wilayah produksi, bebek yang dipesan bisa diantar sampai tujuan.
Bebek Ji-Twu  merupakan usaha bersama Anggota ARPAC Wilayah Depok, Jawa Barat dengan pengelola adalah Bilal Siswoyo.

NASI PECEL PACITAN


Nasi Pecel Pacitan merupakan usaha kuliner makanan  yang berada didaerah Gunung Putri, Bogor.  Seperti yang  tertera pada Bannernya,  Nasi Pecel Pacitan menawarkan salah satu   jenis makanan khas Jawa Timuran berupa Nasi Pecel yang dikombinasikan dengan ciri khas dari kota Pacitan.
Selain Nasi Pecel, didepot ini, pengunjung juga bisa menikmati aneka minuman baik panas, Hangat maupun Dingin.
Namun tidak seperti Bebek Ji-Twu, Nasi Pecel Pacitan hanya melayani pembeli yang datang langsung ke depot atau warung yang berada di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. 
Nasi Pecel Pacitan dikelola oleh salah satu Anggota ARPAC  dengan Ownernya adalah Imam Nawawi. 

PEYEK MAMA MUSA

Bagi penikmat Cemilan, Peyek merupakan salah satu jenis makanan ringan yang digemari sebagai makanan pendamping ketika sedang bersantai maupun ketika sedang berkumpul bersama.
Salah satu anggota ARPAC yang berada diwilayah Tangerang Selatan, Provinsi Banten menangkap peluang usaha makanan ringan berupa peyek kacang semenjak adanya kasus Corona yang masuk ke Indonesia pada Maret lalu.
Bagi yang ingin menikmati peyek kacang mama musa, pembeli bisa datang langsung ke pabriknya yang berada di wilayah Bintaro, Tangerang Selatan.
Selain datang langsung ke Pabriknya, Pembeli juga bisa memesan jajanan ringan ini dengan sistem kirim melalui jasa kurir.
Peyek Mama Musa merupakan jenis panganan ringan milik   Tri Edi Sucipto yang merupakan salah satu anggota ARPAC diwilayah Tangerang Selatan.

Tidak hanya ketiga usaha diatas, beberapa anggota ARPAC yang lain juga mendadak menggeluti usaha baru ketika pekerjaan maupun usaha yang sebelumnya digeluti stop ditengah jalan.



No comments:

Post a comment